ilmu sedekah

ILMU ALLAH Tentang Rahasia Sedekah


            Assalamualaikum wr. wb  Saudaraku yang di Rahmati ALLAH SWT. dan para pengunjung jiwasedekah blog's diawal-awal posting banyak sekali cerita-cerita nyata tentang keajaiban sedekah, di postingan ini kami selaku penulis akan memberikan ulasan tentang ILMU ALLAH Tentang Rahasia Sedekah yang mana kita sudah ketahui dan mungkin sudah kita rasakan betapa hebat & dasyatnya keajaiban-keajaiban sedekah bisa menghindarkan kita dari bencana musibah dan mampu menolong kita dalam kesulitan hidup di  dunia ini.

 .
ILMU ALLAH Tentang Rahasia Sedekah
              Sebelum saya memberikan penjelasan detilnya ijinkan saya selaku penulis dan rekan-rekan suport JIWASEDEKAH BLOG'S memberikan salam hormat dan terima kasih kepada Ustad Yusuf Mansyur selaku Ustad yang diberi ALLAH SWT.. tentang ilmu sedekah ini.

BERIKUT MATRIX SEDEKAH/POLARISASI SEDEKAH :
- Kapan Pertolongan Allah itu Datang ?
   Jawabannya : 
   1.Ketika Kita Datang Kepada Allah
   2.Ketika Kita Sabar dan Pasrah
    berikut gambarannya :
                        Sedekah
                        ~ ~ ~ ~ ~ ~
                           Persoalan
                                    ~ ~ ~ ~ ~ ~
Dalam gambaran sederhana diatas bahwa semua orang punya persoalan tapi jika didahului dengan sedekah maka ALLAH akan menutup Persoalan tersebut dan menggantinya yang lebih baik dan manfaat.

Rosulloh SAW. Bersabda :
" Bersegerelah Bersedekah Karena Sesungguhnya Bala dan Bencana tidak akan pernah mendahului Sedekah "
Dan bagaimana jika persoalan sudah datang terus kita sedekah maka kurang lebihnya matrix pola SEDEKAH layaknya sebuah Doa " YAA ALLAH SELAMATKAN SAYA DARI BENCANA " karena jika rasa tersebut muncul maka kita dalam kategori orang yang sabar dan pasrah dengan dibarengi SEDEKAH atas masalah persoalan yang saat itu kita hadapi.

Berikut video Ustad Yusuf Mansyur Tentang Pertolongan Allah dengan SEDEKAH yang bisa menjadi solusi dalam persoalan HIDUP :



Berikut rumus mempercepat JADI ORANG HEBAT dan mendapatkan jodoh dengan cepat dengan ilmu ALLAH melalui sedekah :

BAHASAN BAGIAN I :

 

BAHASAN BAGIAN II :



BAHASAN BAGIAN III :



Rumusan PERCEPATAN kaya dan sukses dalam berbisnis/usaha secara cepat dengan ilmu ALLAH melalui sedekah :



SEMOGA ALLAH MEMBERI KEPAHAMAN DAN MANFAAT DARI GAMBARAN ILMU SEDEKAH DI ATAS.
mohon maaf atas kekurangan penjabaran dari kami.

sumber http://jiwasedekah.blogspot.com/2012/02/ilmu-allah-tentang-rahasia-sedekah.htm


Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, Atas Kemurahan dan KebesaranNYA kami keluarga besar "JIWASEDEKAH" bisa menyapa kembali sahabat-sahabatku semua di seluruh dunia.

Mari sejenak kita merenung memuji KEBESARAN ALLAH SWT. atas pemberiaan serta nikmat sehat kepada kita serta sekeluarga kita dan rekan-rekan kita semua.

ALLAH MAHA DARI MAHA SEGALANYA, tapi kenapa terkadang kita ragu serta bimbang....atas KEBESARANNYA apakah masih kurang bukti bagi kita, KEMAHA AGUNGNYA DAN MAHA SEGALANYA....lihatlah keluar dari tempat anda tataplah keatas .....APA KAMU MASIH RAGU???

Posting berjudul SEMUA DARI ALLAH KEMBALI KEPADA ALLAH SEMATA ini akan kita bahas bersama-sama kenapa sih saya sudah melakukan dan melaksanakan tetapi kok belum ada hasilnya??
mari kita lihat dulu lebih dalam jika sahabatku mau berbuat kebaikan maka luruskan niat dulu sebelum jauh melangkah.

Judul posting diatas sangat dekat sekali jika kita mau merenung dan meletakan dalam diri sanubari kita yang paling dalam.Bahwa semua milik ALLAH SWT SEMATA.
tapi kenapa kita bohong dan selalu merasa bahwa ini punya saya dari hasil jerih payah saya, tapi kenapa tidak berfikir dari mana sumber jerih payah sahabat, bahwa berasal tidak lain dan tidak ada yang lainnya semua atas KEMAHA KASIH SAYANGNYA ALLAH SWT.

Maka dari itu sebelum kita melakukan kebaikan tancapkan NIAT DAN LURUSKAN NIAT bahwa ini dari ALLAH SWT yang diberikakan padaku dan aku gunakan atas IJIN DAN RIDLO ALLAH SWT untuk apa...misal bersedekah menolong seseorang dll banyak sekali jenis-jenis kebaikan.....maka nanti anda akan merasakan RASA yang akan anda rasakan yang luar biasa....dan ini bisa dipraktekan untuk tau bagaimana sih rasanya setelah meluruskan niat dan melaksanakan kebaikan itu.

terus bagaimana jika mengalami suatu masalah atau suatu keinginan yang belum bisa terlaksana maka anda wajib MELURUSKAN NIAT yang seperti diatas dan merasa yakin bahwa pilihan ALLAH lebih baik dari pilihan sahabat....

bagi sahabatku yang setiap hari berdagang atau mengantor atau kegiatan setiap harinya untuk mencari nafkah  maka anda juga meluruskan niat dan tancapkan dalam diri sahabatku " NIAT MELAKSANAKAN TUGAS DARI ALLAH UNTUK ALLAH BAIK UNTUK ALLAH SENANG BAGI ALLAH "
Dari niat diatas dapat kita garis bawahi bahwa anda selama ini masih berniat bekerja dan ingin2 mencari hasil yang baik katakanlah ingin RAME LARIS LANCAR itu menurut anda. tapi masih belum pasti baik bagi  ALLAH karena hasil yang anda hasilkan nanti akan membuat kita akan lebih sengsara dan kurang berkah.TAPI kalau kita dari awal sudah berniat untuk ALLAH kembali KEPADA ALLAH hasil yang terbaik pasti kita capai.



Walaupun setelah anda meluruskan niat tapi kenapa kok malah sepi dan gak lancar....berarti ALLAH meringankan kita....sebab kalau sepi kan bisa istirahat dan jika belum berhasil maka ada keberkahan dibalik semua itu telitilah sahabatku secara cermat....
ALLAH SEBENARNYA MAHA BAIK TETAPI KITA YANG TERKADANG INGKAR DAN SELALU MENYALAHKAN ALLAH.

Sedikit kata dari kami untuk sahabatku tercinta, tanamkan keyakinan iman di dalam sanubari kita BAHWA ALLAH MAHA DARI SEGALANYA jangan bimbang dan ragu karena SYETAN & JIN akan memberikan rayuan yang instan cepat terlaksana tetapi itu semua hanyalah kesuksesan yang berakhir kepahitan kepedihan.

maha suci Allah
maha agung Allah
maha dari segala galanya
SALAM BUAT KELUARGA SAHABAT-SAHABATKU SEMUA

sumber http://jiwasedekah.blogspot.com/2013/05/semua-dari-allah-kembali-kepada-allah.html

Alhamdulillah beberapa hari yang lalu saya mengalami sendiri keajaiban sedekah. Kejadian yang lebih menginsyafi bahwa hukum Tuhan itu ada dan nyata. Artinya apabila saya mengikuti hukum itu maka saya akan mendapat apa yang dijanjikan-Nya. Namun bila tidak maka kemungkinan besar kesalahannya pada diri sendiri bukan pada hukum itu karena Allah tidak pernah mengingkari janjinya.
Seperti banyak disampaikan oleh ustad-ustadz sekarang baik di masjid atau di tv bahwa Allah swt akan melipatgandakan sedekah, minimal 10 kali dan maksimal sesuai kehendak Dia. Ada yang diganti 1000 kali atau bahkan tak terhingga.
Nah yang terjadi pada saya adalah yang 10 kali, beruntungnya Allah menggantinya sehari setelah sedekah. Bagaimana ceritanya?
Jadi seperti biasa, setelah pulang kerja saya selalu sholat di mesjid, memang kalau lagi susah, masjid adalah tempat paling indah untuk mencurahkan kegalauan hati. Setelah wirid saya keluar, saat sedang mencari sendal, ada seorang wanita menghampiri saya, dia minta uang 10 ribu untuk beli sendal karena sendalnya baru saja hilang. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengambil 20 ribu di saku. Kebetulan tidak ada receh. Setelah saya berikan, wanita itu mengucapkan terima kasih dan langsung pergi.
Entah karena godaan setan atau memang nafsu, saya merasa  menyesal, mengapa begitu mudah saya memberikan uang? Bukankah saya juga butuh uang? Dan berbagai pertanyaan dalam hati. Saya juga merasa ada yang ganjil dengan wanita tadi, saya dituntut untuk lebih jeli dan kritis. Saya lihat dia memakai sendal, jadi uang yang dia minta sebenarnya bukan untuk beli sandal tapi untuk keperluan lain seperti naik angkot.
Tak sampai disitu hati saya terus dipermainkan, saya seperti dinasehati untuk lebih berhati-hati karena sekarang banyak sekali motif pengemis. Jadi lain kali kalau ada yang minta uang, dilihat dulu tipe orangnya seperti apa, apa motifnya lalu segera ambil keputusan apakah dia benar peminta atau penipu. Kalau saya merasa dia aneh maka jangan beri dia uang tapi kalau kelihatan benar-benar butuh, bolehlah saya kasih.
Saya menyadari kalau saya larut dalam dialog dalam hati itu, dialog yang ternyata membawa saya pada suasana tidak ikhlas dan selalu curiga, tapi segera saya ingat Allah dan beristigfar. Menurut para ustadz bahwa bersedekah yang tidak ikhlas akan sia-sia karena pahalanya akan berkurang bahkan bisa jadi hilang. Dengan kata hukum Allah tidak akan pernah terjadi.
Saya mengakui bahwa saya khilaf, saya langsung banyak beristigfar dan ikhlaskan uang tadi dan berdoa semoga wanita tadi bisa terbantu dengan sedikit uang saya itu dan semoga Allah mengganti uang saya itu.
Esok hari, mbak saya ririn telepon. Katanya dia baru saja transfer 200 ribu lewat rekening saya. Saya kaget karena saya tidak pernah minta bantuan lagi setelah selesai kuliah. Awalnya ketika mendengar itu saya langsung tolak, saya beralasan masih punya uang tapi mbak saya terlanjur berkata bahwa dia sudah transfer. Dengan senang hati saya ucapkan terima kasih. Bisa saja kalau saya memang benar tidak mau, saya bisa transfer uang kembali pada rekening mbak saya, tapi karena sudah terlanjur ya sudah mungkin ini  rejeki saya.
Setelah kejadian itu, tiba-tiba saya ingat kejadian di masjid kemaren. Ya kejadian sedekah pada wanita. Allah maha besar, ternyata uang saya langsung diganti oleh Allah 10 kali lipat. Lebih beruntung lagi dikembalikan sehari setelah sedekah. Saya kemudian menyimpulkan bahwa sedekah ada dua macam. Pertama sedekah yang diberikan ketika ada orang yang minta, kualitas sedekah ini akan lebih baik jika orang yang minta itu berada di tempat suci seperti masjid. Insya Allah sedekah semacam ini mustajab.
Kedua, sedekah yang diberikan tanpa ada keadaan tertentu seperti orang yang minta. Sedekah ini tetap mustajab tapi hasilnya tidak secepat sedekah yang pertama, mungkin Allah akan menyimpanya dulu, baru kemudian diberikat diwaktu yang tepat. Dua sedekah ini sama-sama baik, tinggal pilih yang mana.

Pengalaman ini ditulis oleh pembaca Vemale bernama Alma. Ia ingin berbagi kisah dan pelajaran dengan pembaca Vemale lainnya tentang keajaiban sedekah yang baru-baru ini dialami Alma. Yuk, kita simak kisahnya.
Pengalaman ini ditulis oleh pembaca Vemale bernama Alma. Ia ingin berbagi kisah dan pelajaran dengan pembaca Vemale lainnya tentang keajaiban sedekah yang baru-baru ini dialami Alma. Yuk, kita simak kisahnya.
Dear Vemale dan sahabat pembaca.
Nama saya Alma dan saya sering membaca kisah inspiratif dari berbagai media. Kisah-kisah itu sangat menyentuh batin dan membuat saya lebih termotivasi untuk hidup lebih baik. Namun ketika kita mengalaminya sendiri, rasanya seperti keajaiban, ya?
Saya punya pengalaman saat saya masih sering bergulat dalam kehidupan masa remaja. Saya punya uang, tapi tidak tahu cara menggunakannya. Begitu uang itu habis, saya tidak sadar apa yang sudah saya lakukan.
Tiba-tiba sudah beli ini dan itu yang sebenarnya tidak begitu saya butuhkan. Atau sudah masuk perut dan bikin perut ini makin buncit. Sepertinya saya membeli kesenangan dengan uang yang saya miliki, namun hal itu jarang saya sadari dan tidak benar-benar membuat saya bahagia.
Saya hobi browsing di internet. Suatu hari saya menemukan bacaan-bacaan dari inspirator muda yang banyak muncul belakangan ini. Mereka mengisahkan banyak pengalaman nyata tentang sedekah. Rata-rata intinya, 'kalau sudah sedekah, nanti uangnya kembali lagi'. Itulah anggapan polos saya saat itu.
Saya melihat blog-blog mereka dan menemukan banyak foto orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kondisi saya sekarang. Mereka sakit, mereka ingin sekolah lebih dari kondisi yang mereka miliki saat ini. Saya tergerak ingin membantu meringankan masalah, ingin ikut membuat mereka tersenyum dan berbagai alasan yang tak terjelaskan dengan kata-kata.
Saya pun mulai menyisihkan uang, mungkin tidak banyak, namun semoga bisa membantu. Menurut saya, meski kecil, ada sebuah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri ketika saya bisa berbagi dengan uang yang saya miliki.
Di sisi lain, saya tidak banyak merasa bahwa uang saya habis, meski pengeluaran saya bertambah. Ada keteraturan yang terjadi dalam keuangan saya, bahkan bukannya berkurang, malah semakin bertambah. Mungkin bukan dalam masalah jumlah, namun saya selalu bisa merasa cukup. 
Keajaiban Itu Ada
Saya percaya dengan hukum sebab akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Namun saya tak pernah berpikir bahwa keajaiban akan datang pada saya . 
Suatu hari adik saya terlibat masalah utang hingga puluhan juta. Ia kalang kabut mencari pinjaman. Sebagai kakak, saya pun turut membantu. Namun kami bukan orang kaya yang punya banyak uang dan investasi. 
Selama satu minggu kami berpikir keras, mencoba mendapatkan tambahan uang. Sebagian besar gaji, saya berikan pada adik saya. Saudara yang lain pun ikut membantu.  Untunglah orang yang terlibat kasus hutang dengan adik saya mau memberikan toleransi waktu. 
Sedikit demi sedikit kami kumpulkan uang untuk menyicilnya. Untung saya terbiasa menyisihkan uang untuk sedekah, jadi tak terasa berat. Untuk sementara, kami memang harus tirakat. Menahan keinginan ngafe, karaoke, belanja ini itu. Lebih baik susah sekarang, pikir saya, daripada kami harus jatuh kepada lubang yang lebih dalam. Sayapun menyarankan pada adik agar lebih hati-hati menggunakan uang. 
Nominal uang itu sedikit-sedikit tidak etrasa saat digunakan, namun tanggung jawabnya sangat besar. "Iya, Kak. Maaf ya, Kak. Aku jadi nyusahin semua orang," kata dia dengan menyesal. "Sudah terjadi, Dek. Buat pembelajaran saja," kata saya. 
Rejeki itu selalu datang tepat pada waktunya. Tibalah hari di mana kami hampir tak punya uang lagi padahal sudah dekat jatuh tempo. Ternyata hari tersebut bertepatan dengan hari pembagian bonus kerja yang alhamdulillah bisa menutup kekurangan, bahkan lebih. 
Seperti ada tangan lain yang menyelesaikan permasalahan kami. Tak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan, seperti harapan dan keajaiban. Itulah apa yang saya pikirkan saat itu.
Saya tidak bilang bahwa uang ini datang dari langit sehingga saya katakan ini adalah keajaiban. Namun saya ingat kata bapak, "Rejeki itu sudah ada jalannya sendiri. Memang harus diusahakan dan sebisa mungkin yang barokah."
Jangan Takut Kekurangan
Dalam hidup, uang itu penting. Saya akui itu. Lebih penting lagi, untuk tahu bagaimana menggunakannya. Jangan blank saat berhadapan dengan apa yang kita miliki. Manfaatkan sebaik mungkin.
Dan saya percaya hidup ini harus dinikmati, tapi juga menjadi waktu mencari bekal untuk akhirat nanti. Dulu saya takut miskin. Tentu saja, karena uang saya tak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan saya yang tak terbatas. 
Namun berbagi dengan sedekah dan hati yang ikhlas tak akan membuat saya miskin. Itu adalah tabungan saya untuk kehidupan di akhirat kelak

Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan.
Tersebutlah seorang ibu solihah. Beliau memiliki seorang putra yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumahnya yang penuh keterbatasan, sang ibu menunggu kapan putranya pulang. Dia pergi melakukan safar yang jauh. Hingga sang ibu putus asa, sementara sisa makanan tinggal cukup beberapa hari.
Suatu hari sang ibu sedang bersiap untuk menyantap makan siangnya. Ketika beliau mengambil suapan pertama dan siap untuk dilahap, tiba-tiba di depan pintu ada pengemis yang meminta makanan. Beliaupun tidak jadi melanjutkan suapannya. Beliau menaruh suapannya dan menyerahkan satu porsi makanan itu ke pengemis. Sehari itu, sang ibu menahan lapar.
Ternyata selang beberapa hari, tibalah putranya yang lama dia nantikan. Mulailah dia bercerita tentang kejadian yang luar biasa kepada ibunya,
Ada kejadian luar biasa yang aku alami. Setelah beberapa hari saya melintasi jalur di daerah tertentu, tiba-tiba keluar seekor singa. Sehingga akupun memegang erat punggung keledai yang aku naiki. Namun singa itu menyerang keledai. Dan kuku singa itu telah mengoyak jaket yang aku bawa, baju dan jubahku. Ketika cakarnya menghantam badanku, saya tercengang dan hampir hilang ingatan. Singa inipun membawaku dan menyeretku ke belukar yang tidak jauh. Dia bersiap untuk mengoyakku.
Tiba-tiba saya melihat orang berbadan besar, wajah dan bajunya putih, datang dan langsung memegang singa tanpa senjata. Dia naik dan pergi menghilang.
Ketika itu, orang besar tadi mengatakan: ‘Berdirilah wahai singa, satu suapan dengan satu suapan.’ Singa itupun berdiri dan lari meninggalkanku.
Akupun mencari lelaki itu, dan aku tidak berhasil menemukannya. Saya duduk menenangkan diri di tempat itu dan kembali mengambil bekal makananku. Akupun memperhatikan badanku, ternyata tidak ada satupun yang terluka. Kulanjutkan perjalanan, hingga aku bisa menyusul rombongan. Mereka sangat terheran melihat kejadian yang kualami. Namun saya kebingungan, apa makna ‘satu suapan dengan satu suapan.’
Mendengar ini, sang ibu memahami. Karena kejadian itu bersamaan dengan peristiwa saat beliau memberikan sedekah makanan. Beliau tidak sempat menelan satu suap, dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan itu, Allah selamatkan anaknya dari ‘suap’ singa.
[Kisah ini disebutkan oleh At-Tanuji dalam kitab: Al-Faraj ba’da As-Syiddah]

Sejuta Keajaiban Sedekah

Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai 'burhan' (bukti). Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
"Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu." (HR. Muslim 223).
Sedekah disebut 'burhan' karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik, Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: "Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh." (QS. Al-Munafiqun: 10).
Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakekat kebaikan dengan bersedekah, memberikan apa yang dia cintai. Allah berfirman,
لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ
"Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai." (QS. Ali Imran: 92)

Hadis berbicara tentang keajaiban Sedekah

a. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صدقة السر تطفىء غضب الرب
"Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah" (Shahih At-Targhib, 888)
b.  Dari Ka'b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار
Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. (Shahih At-Targhib, 866)
c. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الصدقة لتطفئ عن أهلها حر القبور وإنما يستظل المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته
"Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya." (Silsilah As-Shahihah, 3484).
Yazid – salah seorang perawi yang membawakan hadis ini – menceritakan: 'Dulu si Martsad, setiap kali melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya dengan secuil kue atau bawang.' (As-Silsilah As-Shahihah, 872).
d. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
داووا مرضاكم بالصدقة
"Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah." (Shahih At-Targhib, 744).
Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak – guru Imam Bukhari -: 'Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan.' Ibnul Mubarak menyarankan, 'Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.' Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)
e. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
"Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah', sementara malaikat satunya berdoa, 'Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.' (HR. Bukhari & Muslim).
f. Dari Al-Harits Al-Asy'ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang wasiat Nabi Yahya kepada bani israil. Salah satu isi wasiat itu, Nabi Yahya mengatakan,
وآمركم بالصدقة ومثل ذلك كمثل رجل أسره العدو فأوثقوا يده إلى عنقه وقربوه ليضربوا عنقه فجعل يقول هل لكم أن أفدي نفسي منكم وجعل يعطي القليل والكثير حتى فدى نفسه
Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya. Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: 'Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh.' Kemudian dia memberikan yang dimiliki, sedikit atau banya, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).
Betapa luar biasanya pengaruh sedekah. Setiap dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia merupakan ancaman baginya. Tumpukan dosa itu cepat atau lambat akan membinasakannya. Namun dia bisa selamat dari ancaman ini dengan memperbanyak sedekah, sampai dia bisa bebas dari neraka.
g. Sedekah sama sekali tida mengurangi harta
Itulah jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Sedekah tidak akan mengurangi harta" (HR. Muslim)
h. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم
"Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: 'Saya yang paling utama diantara kalian'" (Shahih At-Targhib)
Hadis di atas hanya sebagian riwayat yang menunjukkan keajaiban Sedekah. Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan keajaiban Sedekah. Mengingat demikian besar keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammengizinkan umatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan kepada dua jenis manusia, salah satunya adalah orang yang Allah beri harta, dan dia rajin bersedekah siang dan malam. (HR. Bukhari & Muslim).

Sedekah yang Paling Utama

Sedekah dengan banyak keutamaan di atas, tentu saja nilainya bertingkat-tingkat sesuai keadaan ketika bersedekah. Berikut beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah kita nilainya lebih utama dari pada sedekah normal,
Pertama, sedekah secara rahasia
Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah nilainya lebih besar dibanding sedekah yang diketahui orang lain. Allah berfirman,
إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِىَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتؤْتُوهَا الفُقَرَاءِ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.." (QS. Al-Baqarah: 271).
Kedua, sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?' beliau menjawab:
أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ
"Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan: 'Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan).' (HR. Bukhari & Muslim)
Pada saat sehat, muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cinta harta dan kekayaan. Bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan nafsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak dengan kehidupan dunia karena sudah tua.
Ketiga, sedekah yang diberikan setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ
"Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi."(HR. Bukhari & Muslim)
Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.
Keempat, sedekah pada saat krisis
Orang yang memiliki sedikit, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dia dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya, 'Bagaimana bia demikian'
كان لرجل درهمان تصدق بأحدهما، وانطلق رجل إلى عرض ماله، فأخذ منه مائة ألف درهم فتصدق بها
"Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah." (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Kelima, nafkah untuk keluarga
Barangkali banyak kepala keluarga yang belum terbayang, ternyata nafkah yang kita berikan kepada kelurga sejatinya bisa bernilai pahala. Dengan syarat, dilakukan dalam rangka mengharap pahala Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرجل إذا أنفق النفقة على أهله يحتسبها كانت له صدقة
"Seseorang yang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dr Allah maka itu bernilai sedekah." (HR. Bukhari & Muslim)
Bahkan nafkah keluarga yang diniatkan utk beribadah kepada Allah, nilainya lebih besar dibandingkan yang disumbangkan untuk orang miskin. Karena nafkah keluarga hukumnya wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
أربعة دنانير: دينار أعطيته مسكيناً، ودينار أعطيته في رقبةٍ، ودينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته على أهلك، أفضلها الدينار الذي أنفقته على أهلك
Ada 4 dinar: satu dinar kau berikan ke orang miskin, satu dinar kau sumbangkan untuk pembebasan budak, satu dinar untuk jihad fi sabililllah, dan satu dinar yang kau jadikan nafkah untuk keluarga, yang paling utama adalah satu dinar yang kau nafkahkan untuk keluarga. (HR. Muslim)
Keenam, sedekah kepada kerabat
Sedekah ini lebih utama karena nilainya ganda: sedekah sekaligus mempererat silatur rahim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصدقة على المسكين صدقة، وهي على ذي الرحم اثنتان صدقة وصلة
Sedekah kepada orang miskin nilainya hanya sedekah. Sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan menyambung silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Semoga bermanfaat
Allahu a'lam
sumber http://pengusahamuslim.com/author/10

kisah keajaiban sedekah

asalamualaikum,alhamdulilah blog kali ini sempat saya buat insya alloh semua yang membaca artikel ini selalu dikuatkan iman dan menjadi ahli sedekah,
beberapa waktu lalu saya sempat mendengar ceramah usatd yusuf mansur,waktu itu saya sangat tercengang dengan ajakan usatd yusuf mansur dengan keutamaan sedekahnya.beberapa kisahnya juga menginspirasi saya untuk banyak melakukan sedekah...
dan sya juga sendiri mengalami kejajaiban itu,ceritanya dimulai pada saat saya bekerja,saya bekerja di salah satu perusahaan leasing di sumatera selatan,saya sebagai collector atau penagih kreditan,saya tipe orang yang tidk bisa memaksa kepada nasabah nasabah yang menunggak pembayaran..sehingga hal itu menyebabkan saya sering tidak masuk dalam target pencapaian performa kerja saya..
pada saat itu saya tidak berfikir bahwa dengan bersedekah akan membuat pekerjaan saya begitu dimudahkan,hingga saat saya mulai tertarik dengan investasi sedekah alhamduilah,nasabah saya di bukakan pintu hatinya untuk tidak mempersulit pembayarannya,yang lebih hebat dari sedekah yang saya lakukan adalah,para nasabah saya malah menawarkan untuk segera melunasi pembiayaannya,dan kejadian ini membuat saya masuk target performa dqn sebagai bonusnya saya mendapatkajn kompensasi bonus darihal tersebut,kejadian ini terus berulang sampai 4bulan berturut turut hingga sampai saat ini...

saya pernah mecoba untuk membuktikan kebenaran sedekah ini,yaitu pada bulan ini saya tidak menyedekahkan 10% dari penghasilan saya,tetapi seperti didunia sinetron,performa saya burukuntuk mencapai trget trsebut,bahkan saya rasa itu tidak akan terjadi target.....

kisahh lainya terjadi pada akhir bulan ke3 saya bekerja..pada saatitu kondsi finansial saya sangan bisa dibilang sedang failed..padda saat itu saya hanya memiliki uang 20.000 rupiah dikntong saya,tetapi entah dorongan apa yang membuat saya ingin bersedekah,saya langsung infakkan saja ,walau tau resiko besok saya tidak mempunyai uang untuk beli bensin kerja untuk berngkat,dengan modal nekat dan percaya kepada alloh,saya berjuang untuk tidak bergantung kepda orang lain..1hari..2hari..3hari...saya tunggu effek dari sedekah..hingga akhirnya,ketika saya iseng membuka tabungan ssaya...uang sebesar Rp.9.890.000masuk kerekening saya ...tidak tahu dari mana,awalnya saya takut itu uang orang salh transfer..tetapi tbungan tersebut saya biarkan hinggal pihak bank swasta menariknya kembali,tetapi sebulan saya tunggu tetap tidak ada penarikan kembali,kemudian saya mendatangi cabang bank tersebut,bahwa memang ada mutasi masuk melalui ban ke rekening saya,dan setelah saya berfikir keras mungkin ini adalah keajaiban sedekah yang saya rassakan..subhnnaalah semoga alloh selalu istiqomh kan saya untuk ber sedekah