Alhamdulillah beberapa hari yang lalu saya mengalami sendiri keajaiban sedekah. Kejadian yang lebih menginsyafi bahwa hukum Tuhan itu ada dan nyata. Artinya apabila saya mengikuti hukum itu maka saya akan mendapat apa yang dijanjikan-Nya. Namun bila tidak maka kemungkinan besar kesalahannya pada diri sendiri bukan pada hukum itu karena Allah tidak pernah mengingkari janjinya.
Seperti banyak disampaikan oleh ustad-ustadz sekarang baik di masjid atau di tv bahwa Allah swt akan melipatgandakan sedekah, minimal 10 kali dan maksimal sesuai kehendak Dia. Ada yang diganti 1000 kali atau bahkan tak terhingga.
Nah yang terjadi pada saya adalah yang 10 kali, beruntungnya Allah menggantinya sehari setelah sedekah. Bagaimana ceritanya?
Jadi seperti biasa, setelah pulang kerja saya selalu sholat di mesjid, memang kalau lagi susah, masjid adalah tempat paling indah untuk mencurahkan kegalauan hati. Setelah wirid saya keluar, saat sedang mencari sendal, ada seorang wanita menghampiri saya, dia minta uang 10 ribu untuk beli sendal karena sendalnya baru saja hilang. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengambil 20 ribu di saku. Kebetulan tidak ada receh. Setelah saya berikan, wanita itu mengucapkan terima kasih dan langsung pergi.
Entah karena godaan setan atau memang nafsu, saya merasa menyesal, mengapa begitu mudah saya memberikan uang? Bukankah saya juga butuh uang? Dan berbagai pertanyaan dalam hati. Saya juga merasa ada yang ganjil dengan wanita tadi, saya dituntut untuk lebih jeli dan kritis. Saya lihat dia memakai sendal, jadi uang yang dia minta sebenarnya bukan untuk beli sandal tapi untuk keperluan lain seperti naik angkot.
Tak sampai disitu hati saya terus dipermainkan, saya seperti dinasehati untuk lebih berhati-hati karena sekarang banyak sekali motif pengemis. Jadi lain kali kalau ada yang minta uang, dilihat dulu tipe orangnya seperti apa, apa motifnya lalu segera ambil keputusan apakah dia benar peminta atau penipu. Kalau saya merasa dia aneh maka jangan beri dia uang tapi kalau kelihatan benar-benar butuh, bolehlah saya kasih.
Saya menyadari kalau saya larut dalam dialog dalam hati itu, dialog yang ternyata membawa saya pada suasana tidak ikhlas dan selalu curiga, tapi segera saya ingat Allah dan beristigfar. Menurut para ustadz bahwa bersedekah yang tidak ikhlas akan sia-sia karena pahalanya akan berkurang bahkan bisa jadi hilang. Dengan kata hukum Allah tidak akan pernah terjadi.
Saya mengakui bahwa saya khilaf, saya langsung banyak beristigfar dan ikhlaskan uang tadi dan berdoa semoga wanita tadi bisa terbantu dengan sedikit uang saya itu dan semoga Allah mengganti uang saya itu.
Esok hari, mbak saya ririn telepon. Katanya dia baru saja transfer 200 ribu lewat rekening saya. Saya kaget karena saya tidak pernah minta bantuan lagi setelah selesai kuliah. Awalnya ketika mendengar itu saya langsung tolak, saya beralasan masih punya uang tapi mbak saya terlanjur berkata bahwa dia sudah transfer. Dengan senang hati saya ucapkan terima kasih. Bisa saja kalau saya memang benar tidak mau, saya bisa transfer uang kembali pada rekening mbak saya, tapi karena sudah terlanjur ya sudah mungkin ini rejeki saya.
Setelah kejadian itu, tiba-tiba saya ingat kejadian di masjid kemaren. Ya kejadian sedekah pada wanita. Allah maha besar, ternyata uang saya langsung diganti oleh Allah 10 kali lipat. Lebih beruntung lagi dikembalikan sehari setelah sedekah. Saya kemudian menyimpulkan bahwa sedekah ada dua macam. Pertama sedekah yang diberikan ketika ada orang yang minta, kualitas sedekah ini akan lebih baik jika orang yang minta itu berada di tempat suci seperti masjid. Insya Allah sedekah semacam ini mustajab.
Kedua, sedekah yang diberikan tanpa ada keadaan tertentu seperti orang yang minta. Sedekah ini tetap mustajab tapi hasilnya tidak secepat sedekah yang pertama, mungkin Allah akan menyimpanya dulu, baru kemudian diberikat diwaktu yang tepat. Dua sedekah ini sama-sama baik, tinggal pilih yang mana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar